Developmental Disorders

Dari hasil pendataan di Amerika tahun 2006 ditemukan 1 anak penyandang autis autistic spectrum disorders (ASD) dan penyakit kerusakan otak lainnya seperti attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD), obsessive compulsive disorders (OCD) lahir dalam 176 kelahiran. Dan di tahun 2007 angkanya meningkat mencapai 1 dari 150 kelahiran. Kurang lebih 17%  anak Indonesia mengidap developmental / behavioral disability seperti autism, keterbelakangan mental, dan ADHD. Dan dibawah 50% dari anak-anak Indonesia teridentifikasi mempunyai problem sebelum masuk sekolah. Tren peningkatan ini menjadi keprihatinan dunia dan diperkirakan akan jauh melampaui jumlah kasus diabetes, kanker dan AIDS atau bahkan gabungan ketiga penyakit tersebut. Untuk itu mulai tahun ini, PBB menetapkan tanggal 2 April sebagai World Autism Awareness Day atau Hari Kesadaran Autis Dunia. Pemahaman masyarakat mengenai Developmental Disorders / behavioral disability salah satunya autisme masih sangat minim. Banyak orangtua yang kebingungan menyikapi anaknya yang memiliki kecenderungan autisme sehingga tidak segera memberikan penanganan yang baik dan tepat.

Jumlah para dokter yang benar-benar memahami permasalahan ini pun masih sangat sedikit. Begitu pula para guru di sekolah. Kurangnya pemahaman, membuat anak-anak ini dikategorikan sebagai anak nakal dan biang keonaran di sekolah. Masyarakat pun keliru memahaminya sehingga alih-alih memberikan dukungan bagi keluarga dengan individu autis, malah menjauh karena menganggapnya sebagai penyakit yang berpotensi menular atau bahkan dianggap gila.

Mencermati kondisi tersebut, Tempat-tempat Terapi yang ada bekerjasama dengan perkumpulan orangtua dengan anak penyandang autisme sebaiknya  berinisiatif untuk memberikan pemahaman yang akurat kepada masyarakat mengenai autisme dan ciri-cirinya melalui rangkaian kegiatan pameran, seminar dan talkshow.

Tujuan diadakannya acara ini antara lain untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum mengenai autisme, spektrumnya dan penanganannya, serta memberikan informasi kepada orangtua anak penyandang autisme agar dapat lebih mengetahui apa yang perlu dilakukan untuk mengarahkan dan memaksimalkan kemampuan anak dalam mempersiapkan mereka untuk dapat mandiri dan berguna bagi masyarakat.

Melalui pameran, seminar dan talkshow ini juga diharapkan pemerintah mulai memberikan perhatian yang memadai pada anak dan remaja penyandang autisme yang jumlahnya kian banyak ini, serta dapat memotivasi orangtua dan keluarga penyandang autisme bahwa autisme bukanlah akhir dari segala-galanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: